Kamis, 08 Juni 2017

Komputasi Paralel

Posted by Unknown On 20.13
Komputasi Paralel

Komputasi paralel adalah suatu bentuk komputasi dimana instruksi-instruksi dijalankan secara berkesinambungan. Masalah yang besar dapat dibagi menjadi beberapa masalah yang lebih kecil(submasalah), untuk kemudian diselesaikan secara serempak. Komputasi paralel telah digunakan untuk melakukan komputasi yang mensyaratkan unjuk kerja yang tinggi(high-performance computing). Teknik komputasi ini semakin berkembang dewasa ini, hal ini disebabkan oleh batasan fisik di dalam penskalaan frekuensi(frequency scaling ). Komputasi paralel telah menjadi paradigma yang mendominan di dalam arsitektur komputer, yaitu misalnya prosesor multicore.

Program komputer paralel lebih susah untuk dibangun dibandingkan dengan program komputer serial, hal ini disebabkan keserempakan menimbulkan masalah yang potensial di dalam membagi pekerjaan menjadi subpekerjaan dan menggabungkan kembali subpekerjaan tersebut menjadi hasil oleh perangkat lunak,  diantaranya kondisi berebut(race condition). Komunikasi dan sinkronisasi diantara unit pemroses(processing unit) menjadi satu diantara tantangan terbesar untuk menghasilkan program paralel dengan performa yang baik.


Sejarah Singkat

Pada tahun 1958, Peneliti IBM, John Cocke dan Daniel Slotnick membahas tentang pemanfaatan paralelisme di dalam komputasi numerik untuk pertama kalinya. Burroughs Corporation memperkenalkan D825 pada tahun 1962, sebuah komputer dengan empat buah prosesor yang mengakses 16 modul memori dengan bantuan saklar bar-silang(crossbar switch).


Latar Belakang

Komputasi paralel memanfaatkan beberapa elemen pemroses secara berkesinambungan untuk menyelesaikan permasalahan, dengan cara memecah masalah menjadi bagian-bagian independen, kemudian masing-masing bagian tersebut diselesaikan oleh masing-masing elemen pemroses sesuai dengan algoritma secara serempak. Elemen pemroses dapat terdiri dari unit pemroses yang heterogen, dan dapat pula terdiri dari unit pemroses yang homogen. Elemen pemroses dapat berupa komputer tunggal dengan banyak prosesor, beberapa komputer yang terhubung dalam suatu jaringan, perangkat keras yang dikhususkan untuk melakukan komputasi paralel, ataupun kombinasi dari perangkat-perangkat yang telah disebutkan.

Penskalaan frekuensi menjadi alasan utama dalam peningkatan performa komputer sejak pertengahan 1980an sampai dengan 2004. Waktu eksekusi(runtime) dari sebuah program adalah banyaknya instruksi dikali dengan waktu rata-rata sebuah instruksi. Dengan menganggap faktor lain adalah konstan, meningkatkan detak frekuensi(clock frequency) akan menurunkan waktu rata-rata yang diperlukan untuk menjalankan sebuah instruksi, yang kemudian akan mengurangi waktu eksekusi.

Konsumsi daya sebuah chip dirumuskan dengan persamaan:

P = C x V2 x F


Dimana P adalah daya, C adalah kapasitansi, V adalah tegangan, dan F adalah frekuensi prosesor. Apabila frekuensi ditingkatkan, maka akan terjadi peningkatan daya yang dikonsumsi oleh sebuah prosesor.


Hukum Amdahl

Secara teoritis, peningkatan kecepatan akibat paralelisasi adalah linear, yaitu apabila elemen pemroses digandakan, maka waktu ekseskusi akan menjadi setengahnya. Tetapi, sangat sedikit algoritma paralel yang dapat mencapai peningkatan kecepatan yang optimal.
Menurut Hukum Amdahl, bagian kecil dari sebuah program yang tidak dapat lagi diparalelkan, akan membatasi peningkatan kecepatan yang dapat dicapai dari paralelisasi secara keseluruhan. Semua masalah mengandung bagian yang dapat diparalelkan dan bagian yang tidak dapat diparalelkan juga. Hubungan antara kedua bagian ini dinyatakan dalam:

S = 1 / (1-P)

Dimana S adalah besarnya peningkatan kecepatan dari sebuah program, P adalah besarnya bagian yang dapat diparalelkan.
Tidak semua hasil dari paralelisasi dapat meningkatkan kecepatan. Secara umum, ketika sebuah pekerjaan dibagi menjadi lebih banyak subpekerjaan, subpekerjaan tersebut menghabiskan waktu lebih banyak, yaitu untuk berkomunikasi diantara subpekerjaan. Hal ini tidak akan membuat waktu eksekusi menjadi lebih singkat, melainkan sebaliknya, hal inilah yang disebut sebagai perlambatan paralel(parallel slowdown).

Taksonomi Flynn

Michael J. Flynn menciptakan satu diantara sistem klasifikasi untuk komputer dan program paralel, yang dikenal dengan sebutan Taksonomi Flynn. Flynn mengelompokkan komputer dan program berdasarkan banyaknya set instruksi yang dieksekusi dan banyaknya set data yang digunakan oleh instruksi tersebut.


Instruksi Tunggal
(single instruction)
Instruksi Majemuk
(multiple instruction)
Data Tunggal
(single data)
SISD
(Single Instruction Single Data)
MISD
(Multiple Instruction Single Data)
Data Majemuk
(multiple data)
SIMD
(Single Instruction Multiple Data)
MIMD
(Multiple Instruction Multiple Data)


Jenis-Jenis Komputer Paralel

Berdasarkan tingkatan  perangkat keras yang mendukung paralelisme, secara umum komputer-komputer paralel dapat diklasifikasikan:

Multicore processing
Merupakan prosesor yang memiliki beberapa unit pengeksekusi. Sebuah prosesor multicore dapat melakukan beberapa instruksi per siklus dari beberapa aliran instruksi.

Symmetric multiprocessing
Merupakan sebuah sistem komputer dengan beberapa prosesor yang identik, dapat menggunakan struktur berbagi memori atau memori tersendiri yang saling terhubung melalui bus.

Distributed computing
Merupakan sebuah sistem komputer dengan memori terdistribusi, dimana masing-masing elemen pemrosesan dihubungkan oleh jaringan.

Cluster computing
Merupakan sekumpulan komputer yang bekerja sama,dihubungkan oleh jaringan,  sehingga dapat dipandang sebagai sebuah kesatuan, cluster komputer ini dikoordinasi oleh sebuah komputer induk yang bertugas untuk mendistribusikan pekerjaan kepada masing-masing komputer lainnya.

Massive parallel processing
Merupakan sebuah komputer tunggal dengan banyak prosesor yang terhubung dalam sebuah jaringan. Di dalam MPP, tiap CPU mempunyai memory tersendiri, sistem operasi dan aplikasi yang sama. Tiap subsistem berkomunikasi satu dengan yang lainnya melalui interkoneksi berkecepatan tinggi.

Grid computing
Merupakan bentuk pemrosesan paralel yang paling terdistribusi. Grid computing memanfaatkan Internet sebagai saluran komunikasi antar komputer untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Specialized parallel computer
Komputer paralel yang dikhususkan untuk menyelesaikan tugas khusus.

sumber :
https://dsitompul.files.wordpress.com/2008/11/komputasi-paralel3.doc

DHCP SERVER DENGAN DEBIAN 7

Posted by Unknown On 19.55
DHCP SERVER DI LINUX DEBIAN

Dynamic Host Configuration Protocol atau disingkat menjadi DHCP adalah sebuah layanan yang memberikan IP secara otomatis kepada komputer client dari komputer server. komputer server akan di konfigurasikan agar dapat memberikan IP ke client secara otomatis agar komputer client tidak perlu lagi mengkonfigurasikan IP untuk dirinya sendiri.
Pada kali ini saya menggunakan 2 pc dimana 1 pc OS linux Debian 7 sebagai servernya dan 1 pc windows  xp sebagai clientnya yang sudah terhubung dengan kabel agar membentuk jaringan client-server. Berikut langkah-langkah untuk installasi dan konfigurasi DHCP pada debian 7.
(Pastikan anda sudah siap dengan debian dan windowsnya, kalian juga bisa menggunakan virtual OS)

1. Pastikan anda sudah masuk sebagai root atau super user.
2. Langkah kedua adalah install paket isc-dhcp-server , dengan perintah :

#apt-get install isc-dhcp-server


Jika terdapat tanda FAILED berwarna merah janganlah panik karena itu tidak masalah dalam installasi sebab nantinya akan di konfigurasikan dan dapat dijalankan dengan baik.

3. Langkah selanjutnya ada konfigurasi DHCP Server edit file “/etc/dhcp/dhcpd.conf” dengan perintah :
#nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

4. Selanjutnya carilah kata "sli" dengan menekan CTRL+W lalu ketikan tadi "sli" lalu tekan enter.





Kemudian hilangkan tanda # di bagian bawahnya. Tanda # untuk menyatakaan bahwa baris tersebut adalah komentar, komentar tidak akan di eksekusi. Setelah di hapus maka saatnya setting IP untuk DHCP-nya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, seperti pada gambar di atas. Setelah selesai setting IP-nya anda tinggal save apa yang telah di setting dengan menekan CTRL+X lalu tekan y dan enter.

5. Langkah berikutnya anda mengedit difile di “/etc/default/isc-dhcp-server“ dengan perintah :

#nano /etc/default/isc-dhcp-server



Pada isi file terdapat bagian paling bawah yang bertuliskan INTERFACES=”eth0”. Disini anda dapat mengubah device network yang digunakan misal disini saya menggunakan eth0. setelah diubah jangan lupa untuk di save filenya dengan menekan CTRL+X lalu y dan enter. 

6. Setelah menentukan device-nya saatnya menjalankan service isc-dhcp-server dengan perintah : 

#service isc-dhcp-server start



Setelah tanda ok muncul saatnya ketahap akhir yaitu dengan mengetes ke komputer client. Jika terdapat error atau kesalahan pastikan anda mengikuti langkah-langkah di atas dengan benar dan coba anda ulangi lagi dari awal. 

7. Langkah terakhir adalah pengetesan pada komputer client. pastikan pada komputer client sudah masuk ke konfigurasi IP, jika belum maka anda klik start > contol panel > Control Panel > Network and Internet > Network and Sharing Center > Change Adapter Setting. Setelah itu anda klik Local Area Connection dan pilih Properties. Selanjutnya anda pilih Internet Protocol Version 4 dan anda pilih IP serta DNS secara otomatis, lalu klik ok. Untuk dapat mengetahui IPnya secara otomatis anda dapat mengeceknya melalui Details setelah anda mengklik Local Area Connection. 



Demikianlah DHCP server pada Debian 7.

  • Statistic Blog

  • Translator widget

    English French German Spain

    Italian Dutch Russian Brazil

    Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
    Translate Widget by Google